Selasa, 23 Juni 2009

nyanyian hari ini


Nyanyian hari ini

Hari ini begitu mendung, semendung perasaanku mengungkapkan akan suatu cerita indah yang terjadi padanya. Apa yang akan aku ungkapkan, apa yang aku jelaskan, dan apa yang akan aku sampaikan akan terus mengalir dari mulutku sampai penuh busa, tak lelah dan tak bosan aku menguraikannya. Penuh semangat dan bergairah selalu saat kebahagiaan dan kesedihan yang menimpa, aku tak mungkin menghapus darinya. Bingung aku mengalaminya, apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuka suatu kehidupan yang penuh asa, kehidupan yang terus berjalan, dan kehidupan yang di dambakan oleh para penanggung kehidupan yang selalu ada dalam jiwanya.

Penat dan bosan saat teringat sore kemarin, sesak dan panas menjalari seluruh darah, tulang, dan jiwaku. Berjalan aku mengejar angin yang terus mengejekku akan kejadian yang membuatku gemas, lelucon pagi hari tadi yang membuka hariku dan mengiringi sedikit perjalananku untuk mencari jati diri ini. Jati diri yang telah lama ia nanti untuk bisa meneruskan impian nya.

Bodoh? Bodohkah aku? Atau aku hanya bernafas melalui halusinasi yang selalu mengikutiku untuk tetap bisa tertawa, tersenyum, dan berbahagia menyambutnya? Seakan mataharipun selalu memberiku semangat dan nafsu yang selalu membuatku tetap menapaki tanah menuju...... ah tak semudah itu!

Semua mengejekku, menekanku, dan mendorongku ke belakang, menjauh dari hidupku. Apa yang akan aku lakukan? Semua sepihak, tak menimbang perasaanku, aku pun seakan ingin terbang dan hinggap pada pohon yang setiap saat bisa menyalurkan sayang, kasih, pada ranting yang lemah dan kering.

Keraguan selalu ada di depan sambil terus tertawa, tak bisa mengelak aku menerimanya walo kadang mungkin lebih sering terpaksa yang ada di dada. Berpikir? Buat apa juga, toh tak ada gunanya menunggu perubahan yang di inginkan dan didambakan. Perasaan ini selalu terhalang oleh jiwa yang tak tentu dan tak pasti, tak ada tujuan, tak ada rasa menyelimuti, dan tak ada rasa-rasa yang lain yang selalu mengambang diatas daun yang hanyut terbawa air.

Mungkinkah jelmaan-jelmaan perasaan mampu menahan jiwa dan diri ini? Tak semudah itu tangan-tangannya dibalik, selalu berat dan tak berarah yang membuat runyam keadaan. Tak ragu aku menampik dan membantah apa yang mungkin menjadi salah satu aturannya selama ini. Sambil terus berlari dari jeratan yang menghalang, aku mencari pohon yang menunggu di jembatan hati.

Bantu aku mengusir sepi, melepas keraguan akan perasaan yang menjadi duri menyelimuti jiwa ini, menjadi penyakit yang mungkin belum ditemukan obatnya. Aku tak bisa sendiri, aku tak bisa berlari, hanya menari dan berjalan kaki, perlahan aku mulai melepaskan diri dan tak ingin terjerat dalam situasi yang bodoh, yang konyol, dan tak pernah aku bayangkan sama sekali seperti ini....

Selamat datang hidup yang sedikit tak berarti menjadi racun untuk darahku yang mungkin hanya mengalir saat ini. Berharap sembuh dari semua ini, aku tak mau lagi, aku ingin berteriak sekeras hati agar tak salah lagi memilih tikungan dan liukan jalan yang ada untuk para kaki yang tak lelah dan tak capai melangkah.
mary teteup uye
Kos, 19 sept 2007
15.55 wib

kisah tentang diriku disini


wooyyyooo kawan

aku datang aku dilahirkan dan aku berada didepan kalian.

hari itu tepatnya tanggal 20 juni di tahun 1988 ibuku mengeluarkan aku dari dalam lahirnya ke dunia yang sangat luar biasa ini, aku keluar dibantu oleh dokter di rumah sakit yoga dharma di Magelang, rumah sakit yang tidak begitu besar tetapi asri dan menyenangkan. dengan keluarnya aku, aku pun tak tahu apakah semua orang disekelilingku menyambut dengan sorak gembira, tapi kupikir iya, karena saat itu kata ibuku, aku adalah sebuah bayi yang lucu dan menggemaskan banyak orang. sudah 20 tahun ini aku hidup dan menikmati segala yang ada di dunia, aku sangat bersyukur. aku dibesarkan oleh keluarga kecil yang mengikuti adanya program KB yang dicanangkan oleh pemerintah. adiku cukup satu saja, itu juga sudah merepotkan, dia anak yang centil dan genit orangnya, sedangkan ibuku orang yang tipe nya pemikir, semua hal dia pikirkan, bahkan hal kecil yang mungkin bisa dikatakan tidak begitu penting, babeku lebih ke easy going dibanding ibuku. yeah keluargaku memang bhineka tunggal ika, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua...... merdeka!!!!!!
**di foto itu babeku yang menjadi fotografer, so beliau tidak di ikutkan dalam ajang narsis keluarga hehehe,,, ( itu action kita di jatim park)